Nilai Tukar Rupiah Diproyeksi Menguat Terbatas pada Pekan Ini

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Ratna Iskana

12/6/2019, 17.18 WIB

Nilai tukar rupiah akan tetap berada pada level aman sekitar Rp 14.200 - Rp 14.300 per dolar AS sepanjang pekan ini.

nilai tukar rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA
Nilai tukar rupiah cenderung menguat terbatas pada pekan ini

Nilai tukar rupiah mulai menguat pada Rabu (12/5) siang dengan nilai Rp 14.235 per dolar AS seperti dilansir dari RTI Business pada pukul 17.00 WIB. Nilai tukar rupiah ini menguat 0,02% dari penutupan perdagangan Selasa (11/5) malam sebesar Rp 14.238 per dolar AS.

Analis Permata Bank Josua Pardede mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh faktor eksternal seperti rilis data perekonomian Amerika Serikat (AS) yang kurang memuaskan. "Kemarin malam, rilis produce price index (PPI) Amerika sudah keluar. Hasilnya cenderung melambat," katanya saat dihubungi Katadata.co.id, Rabu (12/5).


Dia pun memprediksikan nilai tukar rupiah hari ini akan ditutup pada level Rp 14.200 - Rp 14.275 per dolar AS. Sedangkan pada pekan ini,  nilai tukar rupiah akan tetap berada pada level aman sekitar Rp 14.200 - Rp 14.300 per dolar AS. 

(Baca: AS-Tiongkok Terus Bersitegang, Mayoritas Bursa Saham Asia Tertekan)

Nilai tukar rupiah akan bergerak terbatas pada pekan ini tergantung data CPI dan Retail Sales dari AS yang terbit pada Rabu (12/6) malam. "Jika data tersebut cenderung melemah, rupiah akan berpotensi menguat namun terbatas," katanya.

Terbatasnya penguatan nilai tukar rupiah juga disebabkan sentimen perang dagang dan pertemuan G20 yang akan digelar pada akhir bulan Juni.  Seperti dikutip dari Bloomberg, Presiden AS, Donald Trump, berencana menaikkan tarif lebih dari 25% terhadap produk impor Tiongkok senilai 300 miliar dollar AS jika Presiden China Xi Jinping tak menemui dirinya saat pertemuan G20 nanti. Pertemuan G20 ini pun akan mempengaruhi pasar keuangan pada akhir bulan Juni.

Adapun indeks dolar AS turun 0,08% menjadi 96,6842 pada akhir perdagangan yang mengindikasikan pelemahan nilai tukar greenback terhadap enam mata uang utama lainnya. Pada data akhir perdagangan New York, mata uang euro naik menjadi 1,1332 dolar AS, sementara pound Inggris naik menjadi 1,2722 dolar AS.

Dolar Australia juga berhasil naik menjadi 0,6959 dolar AS dan dolar AS dibeli 108,49 yen Jepang. Di luar mata uang tersebut, dolar AS mampu menguat menjadi 0,9918 franc Swiss dan naik menjadi 1,3286 dolar Kanada.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha