Opini

Peringkat dan Sinyal Daya Saing

Peringkat adalah alat memberi sinyal kepada seluruh stakeholders bahwa Indonesia dipercaya di jalur yang benar dalam membangun dan mengelola perekonomian.

Suahasil Nazara

Kepala Badan Kebijakan Fiskal

Standard and Poor's
Standardandpoors.com

Beberapa hari lalu, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) mengumumkan peningkatan credit ratings Indonesia ke tingkat BBB dengan outlook stabil. Sebenarnya tidak ada yang mengejutkan. Lembaga pemeringkat yang lain, yaitu Fitch, Moody's, serta JCR dan R&I (dua terakhir lembaga Jepang), sudah jauh lebih dulu, bahkan sejak tahun lalu, menaruh status setara BBB tersebut untuk Indonesia.

Tetapi, tetap ada yang perlu kita apresiasi.


Pertama, kenaikan peringkat Indonesia ini diumumkan ketika situasi dunia sedang tidak stabil. Perang dagang, Brexit, kondisi Jepang, dan lain-lainnya, sedang tidak pasti. Dampak global ke Indonesia juga menjadi tidak menentu. Kadang modal asing masuk, tapi bisa juga tiba-tiba keluar.

Apa hubungannya dengan pengumuman S&P?

Suatu pengumuman kenaikan peringkat biasanya hanya dilakukan jika si lembaga pemeringkat yakin betul dengan keputusannya. S&P atau lembaga manapun sangat menghindari menaikkan peringkat sesaat. Sekarang naik, lalu enam bulan lagi ada risiko menurunkan lagi. Kalau tidak yakin, lembaga pemeringkat tidak akan mengumumkan perubahan apapun. Ini masalah kredibilitas lembaga itu sendiri.

Kedua, kenaikan peringkat Indonesia diumumkan beberapa hari setelah lembaga lain, yaitu Institute for Management Developmen (IMD), mengumumkan peringkat daya saing (competitiveness) Indonesia. Untuk 2019 ini, Indonesia meningkat pesat. Peringkat tahun lalu posisi 43, kini menjadi 32.

(Baca: Tumbuh Tertinggi di Asia, Peringkat Daya Saing RI Melesat ke Posisi 32)

Ada kenaikan 11 peringkat, jarang yang sepesat ini. Dengan demikian peringkat daya saing Indonesia berada di atas negara-negara peer seperti India, Filipina, Turki, Afrika Selatan, ataupun Brazil.

Perspektif IMD adalah daya saing dunia usaha. Ada sekitar 63 negara yang diteliti sejak tahun 1989. Evaluasinya menggunakan 235 indikator data yang dikumpulkan untuk setiap negara.

Apa fungsi peringkat-peringkat ini?

Peringkat-peringkat ini bukan tujuan. Peringkat adalah alat untuk memberi sinyal kepada seluruh stakeholders bahwa Indonesia dipercaya ada di jalur yang benar dalam membangun dan mengelola perekonomian.

Tiap lembaga pemeringkat bisa mempunyai alasan sendiri. Di evaluasinya kemarin, S&P menyatakan bahwa kenaikan peringkat kali ini karena adanya pertumbuhan ekonomi yang kuat dan kebijakan fiskal yang prudent. S&P juga percaya bahwa pertumbuhan ekonomi akan tetap kuat di jangka menengah. Sementara itu, IMD melihat perekonomian dari empat sisi: kinerja ekonomi, infrastruktur, efisiensi birokrasi, dan efisiensi dunia usaha.

Untuk siapa siynal tersebut?

Utamanya adalah untuk pelaku ekonomi. Kita harapkan pemilik modal tidak ragu meningkatkan investasinya di Indonesia. Dengan demikian, employment lebih tinggi, pendapatan masyarakat membaik, dan konsumsi juga meningkat. Kalau investasi masuk ke Indonesia, kita inginkan juga mendorong ekspor, dll.

(Baca: Atasi Defisit Neraca Dagang, Jokowi Ajak Pengusaha Dorong Ekspor)

Apakah dengan peringkat membaik berarti semua beres? Jelas tidak. Kita harus terus membangun infrastruktur, terus memperdalam pasar keuangan, membereskan inefisiensi yang masih terjadi, sinkronkan gerak pusat-daerah, dan masih banyak lagi PR kita. Tapi saat ini kita yakin arah kita benar, musti kita lanjutkan.

Investasi adalah kuncinya. Karena itu, sinyal-sinyal perbaikan harus kita kirim terus ke pelaku bisnis. Membangun infrastruktur, menstabilkan harga, termasuk menstabilkan kondisi keamanan dan ketertiban serta iklim sosial-politik yang kondusif. Dengan selesainya Pemilu, kita berharap seluruh siynal daya saing dan kesempatan berusaha yang kondusif di Indonesia bisa membaik.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Opini dan Wawancara Terpopuler